| Hermawan Kartajaya: Dunia Tidak Lagi Bulat |
Surabaya – Surabaya Post
Apa yang harus dimiliki seseorang untuk bisa berhasil menjalani masa depannya? Pertanyaan itulah yang dijawab oleh pakar marketing Hermawan Kartajaya saat memberikan kuliah umum perdana bagi mahasiswa baru ITS yang digelar di Graha ITS, Kamis (24/08) siang.
Menurut Hermawan ada tiga hal yang harus dimiliki seseorang untuk bisa berhasil menjalani masa depannya. Pertama pengetahuan, kedua skill atau ketrampilan, dan ketiga sikap kepribadian dalam menatap masa depan.
Dalam konteks itu, Hermawan, yang menjabat sebagai President World Marketing Association, menilai apa yang telah dilakukan ITS dengan memberikan bekal pelatihan ESQ atau pelatihan kepribadian merupakan sebuah langkah yang benar untuk para mahasiswa dalam menghadapi masa depan.
Menurut dia, ITS sudah sama dengan Harvard University yang tidak hanya mmendidik para mahasiswanya cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual, dengan memberikan kepada mahasiswa baru pelatihan ESQ, keterampilan lainnya.
Sambil mendengarkan lagu Celine Dion berjudul A Whole New World, Hermawan mengajak agar para mahasiswa ITS mengetahui tentang segala bentuk perubahan dan perkembangan di dunia luar, tidak hanya melulu mengejar nilai dan asal lulus. “Karena itu jadikanlah waktu Anda selama kuliah 3-4 tahun tahun untuk dinikmati, janganlah Anda mau dijadikan obyek, tapi jadilah subyek dalam proses perkuliahan,” katanya.
Hermawan melanjutkan, proses belajar-mengajar harus diubah seiring seiring dengan digitalisasi, globalisasi yang menciptakan menciptakan paradoks-paradoks, dan futurisasi dimana cara lama harus ditinggalkan. Proses belajar-mengajar lebih menekankan pada aspek dan nilai-nilai partisipasi mahasiswa.
Pada bagian lain, Hermawan Kartajaya menantang ITS segera membuka busines school agar nilai tambah yang diberikan ITS kepada bangsa ini tidak hanya terbatas pada bidang teknologi, tapi juga bagaimana teknologi itu dapat dijual dan mempunyai nilai tambah.
“Jika ITS siap membuka program atau jurusan business school, saya pribadi siap membantu sekuat tenaga. Saya berharap ITS tidak terlalu lama mewujudkan program itu, karena business school itu sangat strtegis bagi ITS untuk mengembangkan sebuah teknologi yang memiliki nilai tambah bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Didampingi wakil dekan Nanyang Business School dari Nanyang Technological University, Singapura, Hooi Den Huan, ia menyatakan dirinya tidak sedang memprovokasi ITS, namun memberikan gambaran tentang dunia dan masa depan yang dihadapi lulusan ITS kelak dengan pendekatan ilmu marketing.
“Ke depan kita akan menghadapi dunia baru dan cakrawala baru. Dunia tidak lagi bulat, melainkan sudah flat (datar). Artinya, siapa pun, dimana pun punya kesempatan sama untuk maju. Untuk menghadapi semua itu, Anda harus menjadi pelopor, bukan pengekor. Respnya adalah belajar terus, harus punya visi-misi, nilai kepribadian," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Hermawan yang sesaat turunn dari mimbar langsung menuju mobil yang membawanya ke landasan helikopter di Stadion ITS untuk menghadiri acara dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bantul itu tampak kegigihan Rektor ITS Surabaya.
"Saya tidak menyangka bisa hadir di tengah-tengah mahasiswa ada hari ini. Jika tidak karena kegigihan Rektor Anda, mungkin saya tidak ada disini. Rektor Anda telah mengusahakan untuk menyiapkan helikopter untuk menyesuaikan dengan agenda saya di Jogjakarta. Sungguh ITS sangat luar biasa,” ungkapnya.
Sebelumnya, Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh, DEA, mengatakan, setelah mahasiswa ITS diterima secara resmi sebagai mahasiswa, maka para mahasiswa bukan hanya milik sendiri. (hap)
Sumber: Surabaya Post: 25/08/06
